Wednesday, July 1, 2009

10 Tips Memulai Bisnis

1. Lakukan apa yang Anda cintai.
Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai bisnis dan membangunnya menjadi perusahaan yang sukses. Jadi sangat penting untuk Anda benar-benar menikmati apa yang Anda lakukan, apakah itu menjahit, membuat tembikar, atau memberikan nasehat keuangan. Kecintaan terhadap bisnis juga akan membuat Anda tangguh dan bertahan di saat- saat sulit.
2. Mulailah bisnis anda ketika anda masih bekerja .
Berapa lama orang bertahan hidup tanpa uang? Tidak lama. Mungkin perlu waktu lama sebelum bisnis Anda benar-benar mencetak laba. Memiliki pekerjaan saat sedang memulai sebuah bisnis berarti keamanan finansial saat Anda berproses memulai bisnis. Namun jangan lupa, bahwa saat itu Anda memiliki dua komitmen profesional, pada bisnis, dan pada pekerjaan.

3. Jangan memulai sendirian.
Anda membutuhkan pendukung saat Anda memulai bisnis. Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberi ide, tempat berdiskusi, menemani dan menoong di saat sulit. Carilah mentor, misalnya pebisnis senior, atau pemasok senior. Ketika Anda memulai suatu bisnis, dengarlah nasihat orang berpengalaman.

4. Dapatkan klien atau pelanggan pertama.
Jangan tunggu sampai Anda telah secara resmi membuka bisnis Anda. Apakah jaringan tersebut. Hubungilah prospek, juallah produk atau jasa Anda. Pemasaran harus dilakukan sesegera mungkin.

5. Tulis rencana bisnis .
Rencana bisnis akan menyelamatkan waktu dan uang Anda dari ide bisnis yang konyol. Anda tidak harus menulis rencana bisnis skala penuh untuk setiap ide bisnis yg datang. Beberapa metode dapat memberi pengujian potensi bisnis Anda dengan cepat.
6. Lakukan penelitian.
Terkait dengan rencana bisnis, Anda akan melakukan banyak penelitian. Ketika Anda berbisnis, Anda harus menjadi ahli pada produk, industri dan jasa Anda. Bergabunglah dengan industri atau asosiasi terkait, sebelum Anda memulai bisnis.

7. Dapatkan bantuan profesional.
Di sisi lain, Anda tidak harus menjadi ahli dalam semua hal. Jika bukan seorang akuntan atau ahli pembukuan, Anda dapat menyewa jasa mereka. Jika perlu menulis kontrak, gunakan jasa pengacara. Anda akan membuang waktu dan uang jika mencoba melakukan semua hal sendiri, karena Anda tidak memiliki kealian untuk itu.

8. Cukupkan modal.
Miliki tabungan yang cukup. Dekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Jangan berharap untuk masuk ke bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman biasanya tidak suka ide baru dan tidak suka bisnis tanpa track record.

9. Tampil profesional.
Biarkan orang tahu bahwa Anda seorang profesional, yang menjalankan bisnis serius. Gunakan semua perlengkapan profesional seperti kartu nama, telepon bisnis, alamat email bisnis, dan hargai orang dengan sopan, secara profesional.

10. Luruskan masalah legalitas dan pajak.
Akan jauh lebih sulit dan mahal untuk memperbaiki keadaan yang berantakan di kemudian hari. Apakah bisnis Anda harus terdaftar? Apakah Anda perlu ijin khusus? Apakah harus memiliki Jamsostek? atau berurusan dengan pajak penghasilan? Bagaimanapengaruhnya terhadap pajak pendapatan Anda? Pelajari apa tanggungjawab hukum dan pajak, sebelum memulai bisnis Anda.

Monday, June 1, 2009

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja; Behavioural Interview

Kunci keberhasilan wawancara kerja adalah LATIHAN. Luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan menggunakan metode STAR. Jangan menghafal jawaban. Persiapkan jawaban dan miliki gambaran untuk menanggapi setiap pertanyaan. 


Berikut adalah contoh pertanyaan wawancara Behavioural Interview:

  • Gambarkan situasi dimana Anda menggunakan kemampuan persuasi untuk meyakinkan seseorang.
  • Jelaskan saat Anda dihadapkan dengan situasi stres, yang menunjukkan kemampuan Anda menyelesaikan masalah.
  • Berikan contoh saat Anda menggunakan pertimbangan dan logika dalam memecahkan masalah.
  • Berikan contoh saat Anda menetapkan tujuan dan mampu mencapainya.
  • Ceritakan saat Anda harus menggunakan keterampilan presentasi untuk mempengaruhi opini.
  • Berikan contoh khusus saat Anda harus mematuhi kebijakan yang tidak Anda setujui.
  • Ceritakan saat Anda harus pergi ke luar tugas dalam rangka mencari pekerjaan.
  • Ceritakan saat Anda mendapat terlalu banyak hal yang harus dilakukan, dan diminta untuk memprioritaskan tugas-tugas Anda.
  • Berikan contoh saat Anda harus membuat keputusan cepat.
  • Bagaimana cara Anda menghadapi konflik? Berikan contoh.
  • Ceritakan saat Anda berhasil menangani orang lain yang tidak menyukai Anda (atau sebaliknya).
  • Ceritakan tentang keputusan sulit yang Anda buat dalam setahun terakhir.
  • Berikan contoh saat Anda mencoba mencapai sesuatu dan gagal.
  • Berikan contoh ketika Anda menunjukkan inisiatif dan memimpin.
  • Ceritakan tentang situasi terakhir di mana Anda harus berurusan dengan pelanggan atau rekan kerja yang sangat kecewa terhadap Anda.
  • Berikan contoh saat Anda memotivasi orang lain.
  • Ceritakan saat Anda mendelegasikan proyek secara efektif.
  • Berikan contoh saat Anda menggunakan kemampuan untuk mencari fakta dalam memecahkan masalah.
  • Ceritakan ketika Anda mendapatkan solusi untuk suatu masalah.
  • Jelaskan saat Anda mengantisipasi masalah dan ceritakan langkah-langkah pencegahan yang diambil.
  • Ceritakan ketika Anda terpaksa membuat keputusan tidak populer.
  • Tolong ceritakan saat Anda harus memecat teman.
Jangan lupa untuk menjawab dengan metoda STAR, dan bersiaplah untuk ditanya lebih detail.

Mengapa Anda Perlu Menulis Rencana Bisnis

Rencana bisnis adalah cetak biru untuk bisnis Anda. Jika ingin membangun rumah, Anda tidak akan pergi ke tanah kosong lalu mulai memaku papan dan mengaduk semen. Jangan memulai bisnis tanpa rencana bisnis (Business Plan).
Namun, berbeda dngan rumah, bisnis bersifat dinamis. Jadi, adalah kesalahan besar jika Anda menganggap rencana bisnis sebagai dokumen tunggal dan statis.


Rencana bisnis apapun akan berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan bisnis, dan setiap bisnis mungkin memiliki beberapa rencana bisnis sebagai pilihan perubahan tujuannya.

Berikut adalah lima alasan mengapa Anda harus menulis rencana bisnis:


1. Untuk menguji kelayakan ide bisnis Anda.
Menulis rencana bisnis adalah cara terbaik untuk menguji apakah ide bisnis Anda layak atau tidak. Jadi, rencana bisnis adalah jaring pengaman Anda. Menulis rencana bisnis dapat menghemat banyak waktu dan uang, jika ternyata ide bisnis Anda ini tidak dapat dipertahankan. Seringkali, saat melakukan analisis pemasaran atau analisis kompetitif, idenya menjadi tidak layak, sehingga membebaskan Anda untuk pindah ke ide yang lebih baik.


2. Untuk memberikan Anda kesempatan terbaik untuk sukses.
Menulis sebuah rencana bisnis akan memastikan bahwa Anda memperhatikan aspek operasional dan keuangan secara luas dan terinci, seperti penganggaran dan perencanaan pasar. Proses penulisan rencana bisnis akan memuluskan pembukaan bisnis Anda, mengantisipasi masalah, memperkecil masalah tak terduga, sehingga bisnis Anda menjadi mapan.



3. Untuk mendapatkan dana, seperti pinjaman bank.
Anda membutuhkan modal untuk operasi ataupun modal awal untuk bisnis Anda. Tidak mungkin Anda mendapatkan uang dari lembaga keuangan seperti Bank atau investor, tanpa rencana bisnis yang baik. Bisnis yang mapanpun sering membutuhkan uang juga. Misalnya untuk membeli peralatan baru, atau properti, atau karena naik turunnya pasar. Memiliki rencana bisnis memberi kesempatan untuk mendapatkan uang yang Anda butuhkan.


4. Untuk pengelolaan bisnis secara efektif.
Rencana bisnis tidak hanya penting untuk bisnis baru, namun juga penting untuk bisnis yang sedang berjalan. Bisnis bersifat dinamis, berubah dan tumbuh. Rencana awal perlu direvisi dan tujuan baru perlu ditetapkan. Menelaah rencana bisnis juga membantu untuk melihat sasaran- sasaran yang telah dicapai, yang belum tercapai, perubahan yang harus dilakukan, atau apakah perusahaan harus ganti haluan.


5. Untuk menarik investor.
Untuk menarik investor, anda perlu memiliki rencana bisnis yang kuat. Presentasi Anda mungkin memancing perhatian mereka, tetapi investor memerlukan dokumen yang ditulis dengan baik, sehingga mereka dapat mempelajarinya, membicarakannya,  sebelum membuat komitmen investasi.


Bersiaplah, karena rencana bisnis Anda akan dikritisi. Pemodal dan investor akan melakukan pemeriksaan latar belakang, dan analisis kompetitif, untuk memastikan bahwa rencana bisnis Anda benar-benar realistis.

Menulis rencana bisnis memakan waktu, uang, pikiran, dan tenaga. Tetapi itu semua adalah investasi terpenting jika Anda ingin memiliki bisnis yang sukses. Jika Anda belum memiliki rencana bisnis, mungkin ini saatnya untuk mulai menulis. Proses penulisan rencana bisnis akan secara ajaib memperjelas di mana posisi Anda sekarang, dan ke mana Anda pergi.

Friday, May 1, 2009

Dari perspektif pembeli: Sale Beneran atau Bohongan?

Pengunjung sering melihat flyer/ poster Obral/ Sale bertebaran di toko atau Mall. 'Diskon 70%!', 'Lebaran Sale, Disc 50%!', dsb. Apakah betul itu diskon murni?

Tidak selalu. Seringkali harga asli diberi mark-up di atas rata- rata, lalu diberi diskon besar sehinga terlihat spektakuler. Misalnya, harga biasa Rp 100 ribu, lantas pada saat promo diskon, label harganya menjadi Rp 180 ribu, kemudian didiskon 50%, jadi jatuhnya Rp 90 ribu. Kelihatannya besar, turun dari Rp 180 ribu ke Rp 90 ribu. Tetapi sebenarnya hanya turun Rp 10 ribu saja.

Jadi, bagaimana cara pembeli mengetahui apakah obralnya benar-benar atau trik pnjualan saja?

Teliti dahulu
Jika ingin mendapatkan produk terbaik untuk uang yang dibelanjakan, mau tak mau Anda harus melakukan penelitian. Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah barang yang akan dibeli cukup murah atau tidak.

Cari tahu hal-hal berikut:

  1. Apakah produk dijual di toko lain?
  2. Apakah model produk adalah model tahun ini atau model tahun lalu?
  3. Apakah produknya lazim dijual di toko yang tepat?
  4. Apa pendapat orang lain tentang produk itu?
Jika dapat menjawab empat pertanyaan tersebut, Anda dapat menentukan apakah memang itu SALE murni aau bukan.

Apa Produk Dijual di Toko Lain?
Jika jawabannya 'YA", maka Anda dapat membandingkan harga dengan Toko lain, dan kemungkinan besar si penjual memang benar- benar mengobral. Jika jawabannya 'TIDAK', maka Anda tidak dapat membandingkan harganya. Kemungkinan obralnya palsu. Googlelah merek produk itu, dan cari tahu harganya.

Apakah Model Tahun ini atau Tahun Kemarin?
Nilai barang akan terdepresiasi jika 'memble' di rak toko terlalu lama. Cari tahu kapan produk ini pertama muncul di pasaran. Tanyalah langsung staf penjualan, berapa lama barang tersebut telah berada di toko. Jika mereka ragu-ragu - hati- hatilah. Staf penjualan bisanya akab  dengan barang= barang terbaru, tetapi kurang mengenal produk- produk lama.

Jangan langsung percaya jawabannya.Gunakan Internet, temukan informasi mengenai produk ini. Jika ternyata produk itu adalah model tahun lalu, setidaknya Anda harus mendapat potongan 25% dari harga eceran normal.

Apakah produknya lazim dijual di toko yang tepat?
Membeli televisi di supermarket lokal mungkin tampak lebih murah. Tetapi kemungkinan besar televisi itu ditawarkan di supermarket  karena kelebihan stok pabrik. Dengan kata lain, produk itu sedang dibuang. Telitilah barang sebelum membeli, khususnya jika barang tersebut dijual di tempat yang kurang lazim.

Sering kali Anda dapat menemukan barang yang sama dengan harga yang sama, di toko yang memang lazim menjualnya, misalnya televisi di toko elektronik. Mereka dapat menjual dan memberikan layanan yang lebih baik.

Apa pendapat orang lain tentang produk itu?

Biasanya kita tidak terlalu pusing dengan apa kata orang lain. Nah, ini adalah pengecualian! Ketika berniat membeli produk yang Anda kurang berpengalaman dengannya, penting sekali untuk mencari tahu bagaimana kinerja produk. Banyak situs web sekarang menawarkan konsumen kesempatan untuk menilai kinerja produk. Bacalah review atau forum yang terkait produk itu. Tanyakan pada kenalan yang pernah menggunakannya.

Ingat - Selalu Ada Tahun Depan
Jika sebuah produk tidak memenuhi limit harga Anda - coba lagi tahun depan, atau bulan depan. Pengecer memiliki jadwal penurunan harga untuk mengeluarkan item lama. Kesabaran selalu membuahkan hasil.

The Power of One

Angka SATU adalah angka yang sangat kecil. Namun, dapat berdampak luar biasa pada pendapatan Anda.
Berikut adalah beberapa ide untuk meningkatkan penjualan Anda:

Hubungi SATU prospek baru setiap hari. SATU hubungan ekstra per hari sama dengan 260 hubungan baru dalam setahun. Berapa banyak pertemuan yang terjadi? Berapa banyak pertemuan-pertemuan yang menjadi penjualan? Pikirkanlah rasio konversi Anda saat ini dan dampaknya terhadap bisnis Anda.

Sarankan SATU produk tambahan untuk setiap pelanggan. Terlalu banyak penjual terfokus hanya pada penjualan awal. Padahal, setiap pelanggan perlu produk, atau layanan tambahan yang bermanfaat.

Investasikan SATU hari per bulan mengembangkan keterampilan Anda. Orang yang sukses berbisnis selalu berinvestasi dalam diri mereka. Mereka menghadiri lokakarya, konferensi, pelatihan, dan berpartisipasi dalam seminar secara teratur. Menimbang bahwa kebanyakan orang tidak berinvestasi dalam mengembangkan keterampilan mereka, maka Anda dapat dengan cepat mengungguli orang kebanyakan dalam persaingan bisnis.

Baca SATU buku setiap bulan. Memperluas pengetahuan akan membantu Anda menjadi lebih sukses. Bacalah buku-buku yang berhubungan dengan industri Anda, atau yang akan memberikan wawasan, atau  membantu meningkatkan keterampilan dalam bidang tertentu.


Tanyakan SATU pertanyaan lagi selama proses penjualan. Sebelum Anda mulai memperkenalkan produk atau jasa Anda, tanyalah prospek Anda SATU pertanyaan lagi. Pertanyaan ini mungkin memberi Anda informasi tambahan yang Anda butuhkan.

Jeda SATU saat lebih lama dari biasanya, sebelum menjawab pertanyaan atau permintaan prospek. Ini dikenal dengan jeda pancingan. Jeda ini dapat memancing lawan bicara untuk melontarkan sesuatu yang 'rahasia'. Strategi ini berlandaskan fakta bahwa orang tidak merasa nyaman didiamkan, dan akan mulai bicara untuk mengisi keosongan.

Datang ke kantor SATU jam lebih awal. Tambahan SATU jam di pagi hari dapat menjadi waktu yang paling produktif dalam sehari. Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghubungi klien, dan seringkali 60 menit itu lebih produktif dari dalam beberapa jam.

Tangani keberatan SATU kali lagi sebelum menyerah. Banyak orang terlalu cepat menyerah ketika menghadapi keberatan. Atasi setiap keberatan SATU kali lagi sebelum menyerah.

Kirim SATU lagi email ke prospek. Prospek membutuhkan sedikit dorongan untuk bergerak maju. Namun, waktu dan pikiran mereka dipenuhi oleh hal- hal dan prioritas lain, sehingga mereka tidak fokus pada usulan Anda. Ingatkan dengan halus, sehingga prospek tidak merasa sedang diawasi. Meskipun mereka mungkin tidak siap untuk membeli, Anda mempertahankan nama Anda dalam pikiran mereka.

Minta referensi atau testimonial SATU kali lagi. Referensi dan testimonial  sangat jarang digunakandalam bisnis saat ini. Mintalah klien untuk memberi testimonial, jika mereka sibuk, mereka akan lupa. Hubungi atau kirim email yang sopan untuk mengingatkannya.

Sarankan SATU ide lagi untuk membantu pelanggan meningkatkan bisnisnya. Jadwalkan pertemuan pagi atau makan siang dengan pelanggan. Bukan untuk menjual sesuatu, melainkan fokus untuk belajar lebih banyak tentang kesulitan2 mereka. Tawarkan solusi, yang tidak terkait dengan produk atau jasa Anda, sehingga pelanggan akan melihat Anda lebih sebagai mitra, alih- alih pemasok.

Kirim SATU lagi ucapan atau kartu terima kasih. Sedikit sekali orang berupaya untuk berterima kasih kepada pelanggan. Anda tampil menonjol, dengan mengirimkan kartu terima kasih kepada pelanggan untuk pesanan mereka, pertemuan dengan Anda, atau pembayaran tepat waktu. 

Walaupun angka SATU adalah angka kecil, ia dapat membuat dampak yang kuat bagi bisnis Anda. SATU penjualan ekstra setiap hari, minggu atau bulan, bisa membuat dampak yang signifikan terhadap penjualan  akhir tahun.

Jika Anda akan menyerah pada prospek potensial, mungkin Anda hanya perlu SATU panggilan telepon, email, atau surat dari rejeki Anda.