Showing posts with label Pricing. Show all posts
Showing posts with label Pricing. Show all posts

Monday, November 1, 2010

Jual Rugi (Loss Leader)

Loss Lader adalah barang atau jasa yang ditawarkan dengan potongan harga yang besar (umumnya jual rugi) dalam rangka menarik pelanggan baru. Praktek ini terbukti ampuh, terutama untuk pengecer diskon. Maksud dari taktik ini agar pelanggan tidak hanya membeli barang yg dijual rugi, namun juga produk lain yang tidak didiskon.

Kapan Menggunakan Taktik Jual Rugi?

Melepas Kelebihan Stok: Jika stok barang tertentu macet, atau berlebih, taktik Loss Leader dapat membantu. Dengan memotong harga, Anda membebaskan rak display dan mengurangi persediaan, sekaligus meningkatkan arus kas.

Branding: Jika ingin dikenal dengan harga rendah, maka strategi Loss Leader akan membantu. Ingat bahwa pelanggan ingin barang dagangan berkualitas meskipun murah, bukan barang murahan. Pertahankan kualitas.

Meningkatkan Pengunjung: Menggunakan strategi Loss Leader sebagai alat pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan kunjungan ulang. Mayarakat suka harga murah dan akan kembali ke toko Anda.

Waspada

Jika dilakukan secara salah, taktik ini akan menyebabkan Anda kehilangan uang. Tidak semua produsen dan pemasok emperbolehkan produk mereka untuk dibanting harganya di bawah harga minimum. 

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi ini, gunakan strategi ini jika jelas bahwa keuntungan yang hilang dapat ditutup dengan penjualan produk atau layanan lain. Pastikan bahwa stok barang Loss Leader cukup banyak. Tambahkan kata- kata 'selama persediaan masih ada' dalam setiap iklan. Dengan penjualan yg lebih besar, Anda juga mendapat diskon kuantitas dari pemasok.

Sunday, August 1, 2010

Strategi Program SALE dan Obral

Strategi harga akan memberi dampak besar pada volume penjualan. Setelah pelanggan akrab dengan produk Anda, dan tahu apa yang mereka inginkan, mereka cenderung membeli berdasarkan harga. Jika ini terjadi, Anda perlu menjalankan program SALE dan mengiklankannya, sehingga pelanggan tahu bahwa toko Anda adalah tempat mereka menghemat uang. 

Program SALE akan menarik lebih banyak pengunjung ke toko Anda. Jika produk, yang juga dijual pesaing Anda, dijual sedikit lebih rendah, maka penjualan Anda semakin tinggi. Untuk barang-barang lain yang lebih unik untuk toko Anda, aturlah harga jual yang lebih tinggi, sehingga meskipun volume penjualannya biasa saja, Anda mendapat keuntungan yang baik. Dalam memutuskan harga, buatlah percobaan dengan harga yang berbeda- beda.

Misalnya, jika Anda menjual 75 unit per minggu dengan laba kotor per unit sebesar Rp 16 ribu, maka total keuntungan Anda adalah Rp 1.2 juta. Ini setara dengan penjualan 100 unit dgn keuntungan Rp 12 ribu masing-masing.

Dalam hal ini, maka, Anda dapat menawarkan produk untuk dijual dengan diskon 25% dan masih memperoleh laba yang sama, jika mampu menjual 25 unit lagi.

Penerapannya: Pilih satu atau dua produk dan tempelkan tanda 'SALE' di jendela atau di produknya. Beri diskon sekitar 25% dan jalankan program setidaknya satu bulan. Lalu periksa apakah total keuntungan Anda lebih tinggi dari sebelumnya?

Diskusikan ide Anda dengan seseorang yang berpengalaman di bidang manajemen toko, tentukan harga percobaan yang lain.

SALE dan Obral

Pada dasarnya, ada tiga kesempatan penjualan SALE:

  • Program SALE musiman, untuk memperkenalkan produk baru. Program ini dijalankan sebelum datangnya musim (awal tahun ajaran baru, Ramadhan, Idul Adha) untuk mengalahkan pesaing. Program SALE sebelum musimnya dapat merebut penjualan pesaing.
  • Program SALE liburan selalu efektif karena banyak orang memilii waktu untuk berbelanja.
  • Program SALE untuk cuci gudang harus diadakan lebih sering. Turunkan barang dagangan yang paling tidak diinginkan, bersama dengan barang yang modelnya hampir kadaluwarsa, atau barang yang bergerak lambat, untuk menghapusnya dari stok Anda. Dengan demikian Anda jugamemiliki uang tunai yang diperlukan untuk membeli barang yang baru dan lebih menguntungkan.
Selain itu, seringnya program SALE, akan membawa Anda ke mata konsumen lebih sering. Program SALE akan meningkatkan volume pengunjung ke toko, dan pengunjung tersebut juga akan membeli barang yang lain juga. Program SALE tidak memerlukan biaya dan tidak merugikan, karena Anda akan dapat mengisi ruangan toko dengan barang yang lebih laris, sehingga menarik lebih banyak lagi pengunjung.

Friday, May 1, 2009

Dari perspektif pembeli: Sale Beneran atau Bohongan?

Pengunjung sering melihat flyer/ poster Obral/ Sale bertebaran di toko atau Mall. 'Diskon 70%!', 'Lebaran Sale, Disc 50%!', dsb. Apakah betul itu diskon murni?

Tidak selalu. Seringkali harga asli diberi mark-up di atas rata- rata, lalu diberi diskon besar sehinga terlihat spektakuler. Misalnya, harga biasa Rp 100 ribu, lantas pada saat promo diskon, label harganya menjadi Rp 180 ribu, kemudian didiskon 50%, jadi jatuhnya Rp 90 ribu. Kelihatannya besar, turun dari Rp 180 ribu ke Rp 90 ribu. Tetapi sebenarnya hanya turun Rp 10 ribu saja.

Jadi, bagaimana cara pembeli mengetahui apakah obralnya benar-benar atau trik pnjualan saja?

Teliti dahulu
Jika ingin mendapatkan produk terbaik untuk uang yang dibelanjakan, mau tak mau Anda harus melakukan penelitian. Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah barang yang akan dibeli cukup murah atau tidak.

Cari tahu hal-hal berikut:

  1. Apakah produk dijual di toko lain?
  2. Apakah model produk adalah model tahun ini atau model tahun lalu?
  3. Apakah produknya lazim dijual di toko yang tepat?
  4. Apa pendapat orang lain tentang produk itu?
Jika dapat menjawab empat pertanyaan tersebut, Anda dapat menentukan apakah memang itu SALE murni aau bukan.

Apa Produk Dijual di Toko Lain?
Jika jawabannya 'YA", maka Anda dapat membandingkan harga dengan Toko lain, dan kemungkinan besar si penjual memang benar- benar mengobral. Jika jawabannya 'TIDAK', maka Anda tidak dapat membandingkan harganya. Kemungkinan obralnya palsu. Googlelah merek produk itu, dan cari tahu harganya.

Apakah Model Tahun ini atau Tahun Kemarin?
Nilai barang akan terdepresiasi jika 'memble' di rak toko terlalu lama. Cari tahu kapan produk ini pertama muncul di pasaran. Tanyalah langsung staf penjualan, berapa lama barang tersebut telah berada di toko. Jika mereka ragu-ragu - hati- hatilah. Staf penjualan bisanya akab  dengan barang= barang terbaru, tetapi kurang mengenal produk- produk lama.

Jangan langsung percaya jawabannya.Gunakan Internet, temukan informasi mengenai produk ini. Jika ternyata produk itu adalah model tahun lalu, setidaknya Anda harus mendapat potongan 25% dari harga eceran normal.

Apakah produknya lazim dijual di toko yang tepat?
Membeli televisi di supermarket lokal mungkin tampak lebih murah. Tetapi kemungkinan besar televisi itu ditawarkan di supermarket  karena kelebihan stok pabrik. Dengan kata lain, produk itu sedang dibuang. Telitilah barang sebelum membeli, khususnya jika barang tersebut dijual di tempat yang kurang lazim.

Sering kali Anda dapat menemukan barang yang sama dengan harga yang sama, di toko yang memang lazim menjualnya, misalnya televisi di toko elektronik. Mereka dapat menjual dan memberikan layanan yang lebih baik.

Apa pendapat orang lain tentang produk itu?

Biasanya kita tidak terlalu pusing dengan apa kata orang lain. Nah, ini adalah pengecualian! Ketika berniat membeli produk yang Anda kurang berpengalaman dengannya, penting sekali untuk mencari tahu bagaimana kinerja produk. Banyak situs web sekarang menawarkan konsumen kesempatan untuk menilai kinerja produk. Bacalah review atau forum yang terkait produk itu. Tanyakan pada kenalan yang pernah menggunakannya.

Ingat - Selalu Ada Tahun Depan
Jika sebuah produk tidak memenuhi limit harga Anda - coba lagi tahun depan, atau bulan depan. Pengecer memiliki jadwal penurunan harga untuk mengeluarkan item lama. Kesabaran selalu membuahkan hasil.