Showing posts with label Managemen Resiko. Show all posts
Showing posts with label Managemen Resiko. Show all posts

Wednesday, December 1, 2010

Customer Service untuk Mencegah Pengutil

Manajemen toko yang baik dapat menjadi alat yang efektif mencegah mengutil . Pengecer juga dapat menggunakan tata letak toko, kontrol persediaan yang cukup dan mengikuti praktek-praktek keamanan bersama untuk memerangi pengutil. Jika toko Anda telah dirancang untuk mengurangi mengutil , bentuk lain dari pencegahan adalah dengan menggunakan teknik layanan pelanggan untuk mencegah pencurian.

Berikut Caranya:
  • Karyawan: Jadwalkan sehingga ada sejumlah karyawan yang memadai setiap saat.
  • Salam: Sapa setiap pelanggan yang memasuki toko. Ini memberi tahu pengutil bahwa Anda menyadari kehadiran mereka.
  • Penuh perhatian: Selalu siap sedia untuk melayani semua pelanggan, dan tidak pernah meninggalkan toko tanpa pengawasan.
  • Bon: Berikan bon/ resi pembayaran untuk setiap pembelian. Ini sebagai barang bukti jika pengutil tidak dapat menunjukkannya.
  • Fokus: Jangan biarkan pengutil mengalihkan perhatian kasir.
  • Pemeriksaan Tas: Tetapkan kebijakan dan prosedur tentang tas/ ransel yang dibawa pelanggan.
  • Kode Keamanan: Jika melihat kegiatan yang mencurigakan, beritahu karyawan lainnya untuk waspada. Buatlah kode keamanan unik untuk memperingatkan staf, misalnya, 'lampu putus' tandanya bahaya pengutil.
  • Selalu Membantu: Dekati orang yang mencurigakan dan tanyakan baik- baik apakah yang dicari. Katakan bahwa Anda ada di dekatnya kalau- kalau dia perlu bantuan. Ini membuat pengutil merasa diawasi.
  • Menukar Label Harga: Kasir harus mewaspadai label yang ditukar untuk menukar harga. Mintalah cek harga jika ada yang mencurigakan.
  • Menyembunyikan Barang: Kasir harus memeriksa kotak sepatu, buku saku, keranjang tertutup dan barang lainnya yang dapat dibuka- tutup. Ini untuk memastikan tidak ada barang dagangan lainnya yang disembunyikan di dalamnya.
  • Tutup Rapat: Semua shopping bag harus di staples rapat, dengan resi penjualannya.

Monday, November 1, 2010

Desain Toko untuk Mengurangi Pengutil

Pencurian Internal (oleh karyawan) adalah sumber terbesar kejahatan Toko. Cara termudah untuk mencegah pencurian di toko adalah dengan menghilangkan peluang untuk mencuri. Tata letak dan desain toko dapat mencegah pencurian sebelum kerugian terjadi.

Berikut Caranya:

  • Keluar Masuk Toko: Rancang tataletak sehingga pelanggan harus melewati area staf atau area kasir untuk keluar toko. Jangan pernah meninggalkan kasir tak terkunci atau tanpa pengawasan. Jangan menampilkan barang dagangan dekat pintu keluar toko.
  • Rapih dan Bersih: Jaga toko selalu rapi dan teratur. Tunjukkan kedisiplinan, luruskan rak, sehingga karyawan dapat mengetahui dengan cepat jika ada sesuatu yang hilang.
  • Pandangan ke Segala Arah: Gunakan cermin untuk menghilangkan zona- zona tak terlihat (blind spots) di sudut-sudut yang dapat menyembunyikan pengutil. Beri pencahayaan yang memadai di semua area toko, atur fitting dan display yang rendah agar pandangan lebih baik.
  • Kunci dan Amankan: Taruh barang- barang kecil, barang-barang mahal di lemari yang terkunci, atau di belakang meja counter. Awasi kamar kecil dan kamar ganti setiap saat. Kamar ganti harus terkunci, dan batasi jumlah item yang boleh dicoba. Gunakan bel otomatis di pintu. Blokir gang yang tidak terpakai.
  • Signage: Gunakan papan pengumuman dan poster untuk memperkuat pesan-pesan keamanan. Tempelkan tanda anti-mengutil, seperti, 'Pengutil Akan Ditindak' atau 'Pencurian Akan Dilaporkan ke Polisi' di lokasi strategis.
  • Peralatan Keamanan: Gunakan peralatan keamanan seperti CCTV, secure tag, dan cermin searah cermin. Sekuriti berseragam juga pencegah visual yang kuat untuk menakuti pengutil.

Friday, October 1, 2010

Bagaimana Mengidentifikasi Pengutil Toko

Pengutil ada dua kategori, profesional dan amatir. Keduanya cukup lihai dalam seni pencurian. Pengutil profesional mencuri untuk mencari nafkah, dan mungkin menggunakan kekerasan atau intimidasi. Para pengutil amatir mungkin lebih mudah untuk dicirikan.

Metode Pengutil

Kebanyakan pengutil bekerja dalam kelompok dua orang atau lebih, untuk mengalihkan perhatian staf penjualan sementara mereka mengutil. Pengutil mengambil kesempatan saat toko sibuk, saat jam sibuk atau jam- jam ketika karyawan kurang waspada, seperti saat membuka dan menutup toko, atau saat perubahan shift.

Menyembunyikan barang dagangan adalah metode yang paling umum. Barang disembunyikan dalam pakaian pengutil, dalam tas tangannya, keretanya, payungnya, bahkan di dalambarang dagangan lainnya. Pengutil nekad bisa saja mengambil barang dan lari keluar toko. Metode lainnya termasuk menukar label harga, membayar kurang (dengan trik tertentu), uang kembalian palsu, dan sebagainya.

Menandai Pengutil

Tidak ada profil khusus bagi pengutil. Mereka berasal dari berbagai usia, ras dan latar belakang. Namun, ada beberapa tanda-tanda lampu merah untuk pemilik Toko. Meskipun ciri- ciri berikut belum pasti menandai seorang pengutil, pengecer harus tetapwaspada pada pembeli yang menunjukkan sikap sebagai berikut:


  • Menghabiskan waktu memperhatikan kasir atau petugas penjualan, alih- alih berbelanja.
  • Memakai pakaian yang longgar, berat, atau jaket, padahal cuaca panas.
  • Berjalan dengan langkah pendek atau tidak wajar, yang mungkin mengindikasikan bahwa mereka menyembunyikan barang.
  • Membawa beberapa item ke dalam ruang ganti, dan keluar hanyadengan satu item.
  • Sepertinya gugup, dan mengambil barang secara acak.
  • Sering masuk toko tetapi tidak pernah membeli.
  • Masuk kamar ganti atau kamar kecil, dan keluar tanpa barangnya.
  • Sekelompok besar masuk ke toko dan pada saat bersamaan, terutama remaja. Seorang anggota  menganggu untuk mengalihkan perhatian staf penjualan.

Sunday, August 1, 2010

4 Sumber Utama Susut/ Kerugian

Persentase hilangnya produk antara titik produksi dgn titik penjualan disebut penyusutan, atau susut. Rata-rata persentase susut dalam industri ritel adalah sekitar 2% dari penjualan. Jadi jika penjualan Anda Rp 50 juta per bulan, maka nilai susutnya adalah Rp 1 juta. Lumayan kan?

Berikut ini adalah empat sumber utama penyusutan di bisnis ritel.

1. Pencurian Internal
Juara pertama sumber penyusutan adalah pencurian internal (karyawan). Beberapa jenis pencurian internal termasuk penyalahgunaan diskon, korupsi uang kembalian, bahkan penyalahgunaan kartu kredit.. Sayangnya, kerugian ini jarang disorot, tidak sebanyak pencurian oleh pengunjung.

2. Pengutil
Juara kedua adalah pengutil. Pencurian terjadi dengan menyembunyikan, mengubah, atau menukar label harga, atau memindahkan dari satu wadah ke wadah yang lain. 

3. Kesalahan Administrasi
Kesalahan administrasi dan dokumentasi bernilai sekitar 15% dari total penyusutan. Terutama kesalahan pelabelan/ pemberian harga jual.

4. Penipuan Supplier
Persentase terkecil penyusutan adalah dari penipuan supplier. Penipuan ini paling sering terjadi saat restock untuk toko. apat berupa pengiriman barang yg lebih sedikit, kualitas kurang baik, hingga ke kesalahan invoice.