Tuesday, June 1, 2010

Menggunakan Komunikasi Nonverbal dalam Wawancara

Saat wawancara kerja,  Anda pikir Anda adalah calon terbaik, dan akan mendapatkan pekerjaan itu. Biasanya, bukan itu yang terjadi. CollegeJournal melaporkan bahwa, "Komunikasi terdiri atas 55% bahasa tubuh, 7% kandungan verbal, dan paralingual, atau intonasi - jeda dan volumne saat menjawab - mewakili 38%."

Seperti terlihat, seringkali komunikasi nonverbal lebih penting dari komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal anda dimulai segera setelah masuk ruangan, dan berlanjut sampai wawancara selesai. Jika kemampuan  komunikasi nonverbal Anda tidak memadai, Anda akan gagal, tidak akan peduli seberapa baik Anda menjawab pertanyaan.

Pentingnya Komunikasi Nonverbal
Datanglah ke sebuah wawancara dengan bau asap rokok atau kunyahlah permen karet, jika Anda ingin bunuh diri. Atau parfum dengan bau menyengat, atau tidak pakai deodoran. Atau berpakaian tidak tepat, atau bersepatu usang agar lebih mantap. Bicaralah di ponsel, atau dengarkan IPod sambil menunggu, untuk memastikan kegagalan Anda.

Ketika wawancara, tampillah profesional dan antusias. Sebelum wawancara, pastikan Anda berpakaian profesional , rapi terawat, sepatu dipoles, dengan parfum  tidak berlebihan.

Apa yang harus dibawa:

  • Portofolio atau map dengan salinan Resume/ CV Anda, dan daftar referensi di atas kertas berkualitas
  • Contoh Pekerjaan (jika relevan)
  • Notepad, Pena
  • Penyegar Nafas (sebelum Anda memasuki gedung)
  • Perempuan: stocking ekstra (dalam tas)
Apa yang tidak boleh dibawa:

  • Ponsel
  • iPod
  • Permen karet
  • Rokok
  • Permen
  • Soda atau kopi
  • Sepatu usang, berantakan dan/ atau pakaian kumal
Sementara Menunggu
Cara Anda masuk ke lobi, cara Anda menyapa resepsionis dan pewawancara, dan cara Anda menunggu, semua akan berdampak pada apakah Anda akan dipertimbangkan atau tidak. Jadilah orang yang ramah dan menyenangkan, tapi, tidak sombong. Jika perlu menunggu, duduklah diam (tidak bertelepon) dan sabar. Berjabat tangan hangat dengan pewawancara. Jabat tangan Anda harus tegas - tidak lengket atau lembek. Untuk menghindari telapak tangan berkeringat, Kunjungi kamar kecil, cuci tangan, lalubasuh dengan air dingin sebelum wawancara. Telapak tangan terbuka, jangan mengepalkan tinju dan simpan saputangandalam saku Anda untuk (diam-diam) digunakan.

Komunikasi Nonverbal Selama Wawancara

  • Selalu kontak mata dengan pewawancara selama beberapa detik dari waktu ke waktu.
  • Tersenyum dan mengangguk (pada saat yang tepat) ketika pewawancara berbicara, tetapi jangan berlebihan. Jangan tertawa kecuali pewawancara memulainya.
  • Bersikap sopan dan jaga nada suara Anda. Jangan terlalu keras atau terlalu lembut.
  • Jangan bungkuk.
  • Santai dan condong ke depan sedikit ke arah pewawancara sehingga Anda tampak tertarik dan terlibat.
  • Jangan bersandar. Anda akan terlihat terlalu santai.
  • Perhatikan, dengan dan tunjukkan ketertarikan.
  • Jangan mengganggu/ menyela.
  • Tetap tenang. Bahkan jika Anda memiliki pengalaman buruk, atau dipecat sebelumnya, jaga emosi Anda dan jangan tunjukkan kemarahan atau mengerutkan kening.
  • Tangan Anda gugup? Pegang pena dan notepad, atau istirahatkan di lengan kursi atau di pangkuan Anda, sehingga Anda terlihat nyaman. Jangan menggerakkan lengan berlebihan Anda bercerita.
  • Komunikasi verbal juga penting. Ingat sikap Anda, dan ucapkan terima kasih telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan Anda. Jangan gunakan bahasa gaul. Bicaralah dengan jelas dan pasti.
Yang paling penting, ingatlah kesan pertama adalah kesan yang akan bertahan. Jika Anda jorok, ceroboh atau berantakan, tak peduli seberapa baik Anda menjawab pertanyaan wawancara, Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan. Ketika berlatih wawancara, perbaikilah area komunikasi nonverbal Anda, serta keterampilan wawancara lainnya.

Saturday, May 1, 2010

Meningkatkan Penjualan Toko dengan Empat Langkah Mudah

Banyak sekali pengusaha ritel bertanya tentang cara meningkatkan pengunjung toko. Kebanyakan mereka mengamil langkah yang sama, yaitu ikut beriklan, kemudian menunggu siapa yang masuk ke toko. Banyak uang habis di iklan, tapi penjualan tetap sepi. Berikut ini adalah empat langkah dasar dan mudah untuk meningkatkan pengunjung dan penjualan toko Anda.

Pertama: Konsisten dalam beriklan sangatlah penting. Beriklan tidak cukup sekali setahun, karena orang melupakannya dengan cepat. Jadi usahakanlah beriklan secara kontinyu. Jangan coba- coba  membuat iklan Anda sendiri. Lihatlah iklan pesaing terkuat Anda, kemudian buatlah yg lebih baik. Sewalah seorang pembuat iklan profesional. Analisalah efektivitas iklan Anda dengan bertanya pada orang-orang bagaimana mereka mengenal Toko Anda. Buanglah promosi atau iklan yang tidak berguna.

Kedua: Jika pengunjung tidak kunjung tiba, hampiri mereka! Keluar dari kandang Anda. Cari lokasi alternatif; ikut dalam pameran, gabung dengan asosiasi lokal. Jaringan, jaringan jaringan. Bicarakanlah produk dan layanan Anda kepada setiap orang yang ditemui. Tulis artikel gratis di koran lokal. Mereka selalu mencari bahan berita. Pada dasarnya... keluar kandang, dan promosikanlah bisnis Anda.

Ketiga: Setelah banyak pengunjung, penjualan tetap rendah? CARI PRAMUNIAGA PENJUALAN YANG HANDAL dan bayar mereka dengan baik. Tanpa tenaga penjual yang handal, bisnis Anda tidak akan berkembang. Boleh jadi Anda sendiri adalah tenaga penjual yang terbaik; Kenali kekuatan dan kelemahan Anda dan jangan ragu untuk meminta karyawan Anda untuk berusaha menjadi lebih baik.

Keempat: Kalahkan pesaing Anda. Toko Anda harus menarik dan isi dengan staf yang berpengetahuan tentang produk dan layanan. Jika Bisnis Anda adalah yang terbaik, orang tidak akan ragu untuk merekomendasikan Bisnis Anda pada teman-teman mereka. Tawarkan juga insentif dan kupon untuk referensi bisnis.

Langkah-langkah di atas tidak sulit untuk diterapkan. Namun demikian, langkah tersbut penting bagi bisnis Anda. Bekerjalah dengan cerdik untuk bisnis Anda,karena pasar saat ini sangatlah kompetitif.

10 Perangkap Mematikan bagi Usaha Kecil

Perangkap ini umum dialami pengusaha kecil:

1. Terobsesi hanya dengan satu Ide.
Jangan menikah dengan satu ide. Ingat, ide dan inovasi adalah kunci sukses pengusaha. Pertimbangkanlah beberapa ide, dan lihat mana yang membawa keuntungan dan kesuksesan.

2. Tidak Punya Rencana Pemasaran.
Rencana pemasaran menciptakan hubungan antara produk Anda dengan orang, perusahaan, organisasi  yang tepat sehingga mereka tetarik kepada Anda! Setidaknya ada 25 cara untuk memasarkan bisnis dengan biaya rendah atau bahkan tanpa biaya. Rencana pemasaran yang baik dapat diterapkan secara efektif, efisien, elegan dan konsisten, sehingga Anda tidak perlu lagi mengadakan 'Cold Call'

3. Tidak Mengenali Pelanggan.
Pesaing, pelanggan dan preferensi produk selalu berubah. Mereka akan meninggalkan Anda, kecuali jika Anda mengenal mereka dengan baik. Kenali apa yang mereka inginkan sekarang dan di masa depan, bagaimana pola pembelian mereka, dan bagaimana Anda dapat membantu mereka, bahkan ketika Anda tidak memiliki produk yang tepat untuk mereka sekarang.

4. Mengabaikan Posisi Kas.
Dunia (alias pelanggan) seringkali tidak menanggapi produk dalam rentang waktu yang Anda rencanakan. Anda butuh uang tunai untuk bertahan sementara.

5. Mengabaikan Karyawan.
Motivasi, pembinaan dan pengelolaan staf adalah salahsatu tantangan terberat seorang pengusaha / pemilik bisnis saat ini. Tanpa ketekunan, kesabaran, dan "keterampilan karyawan Anda," masalah dapat berkembang biak dengan cepat. Semangat, produktivitas dan KEUNTUNGAN dapat dengan mudah dihapuskan.

6. Mencampuradukkan Rencana Dengan Realitas.
Pengusaha sukses menghabiskan waktunya di dunia perencanaan, tetapi menghabiskan uangnya dalam dunia realitas.

7. Tidak Punya Rencana Penjualan.
Tanpa rencana penjualan, tidak ada tolok ukur memantau pertumbuhan keuangan dan perkembangan bisnis. Anda perlu peta yang realistis tentang darimana, bagaimana, dan dari siapa penjualan datang.

8. Menyendiri.
Boleh jadi Anda adalah orang yang hebat, tetapi Anda tidak dapat melakukan semuanya sendirian. Sedikit keberhasilan dapat menyibukkan Anda, kecuali Anda mempekerjakan orang yang tepat dan memberi tanggung jawab delegasi.

9. Tidak Punya Guru.
Cari konsultan untuk usaha kecil? Tidak harus! Seorang teman, atau anggota keluarga yang Anda percaya bisa menjadi guru/ mentor. Minta mereka untuk meninjau rencana bisnis Anda dan knerjanya. Sangatlah penting bagi Anda untuk memiliki seseorang yang dapat membangkitkan  ide-ide, serta dapat memberi opini yang objektif.

10. Menyerah..
Pengusaha sukses sering gagal beberapa kali, sebelum sukses besar. Jadi, jika Anda gagal, gagallah. Tapi gagallah dengan cepat, dan belajar. Dan coba lagi, dengan wawasan dan pengalamn baru. JANGAN MENYERAH. Namun, jangan juga menderita.

Thursday, April 1, 2010

Merespons Wawancara STAR

Salah satu strategi untuk mempersiapkan diri untuk wawancara adalah dengan menggunakan Teknik STAR (SAR/ PAR), seperti diuraikan di bawah ini.

S = SituasiJelaskan situasi yang Anda hadapi,  atau tugas yang harus dicapai. Anda harus menjelaskan situasi spesifik, bukan deskripsi umum tentang apa yang telah Anda lakukan di masa lalu. Berikan detail yang cukup sehingga pewawancara paham. Situasi ini dapat berasal dari pekerjaan sebelumnya, dari pengalaman orang lain, atau kejadian yang relevan.
A = Aksi/ TindakanJelaskan tindakan yang Anda lakukan, dan tetap fokus pada tindakan Anda. Jika mendiskusikan kerja kelompok, gambarkan apa yang Anda lakukan - bukan upaya tim. 
R = Results/ HasilApa hasilnya? Bagaimana akhirnya? Apa yang Anda capai? Apa yang Anda pelajari?

Membuat Iklan Koran


Saya selalu menyarankan untuk menyewa profesional untuk membuat iklan Anda. Anda dapat mencari copywriter freelance, mahasiswa desain grafis atau biro iklan untuk membantu membuat iklan. Biayanya akan bervariasi bergantung hasil pekerjaannya. Tinjaulah portofolio hasil pekerjaannya. Tuliskan secara rinci apa yang Anda harapkan dari lembaga membuat iklan itu.


Namun jika Anda ingin melakukannya sendiri, bermain-mainlah dengan program grafis atau pengolah kata pada komputer Anda. Ciptakan tampilan iklan serta pesan yang ingin Anda sampaikan. Bawalah hasilnya kepada agen iklan koran dan bekerjasamalah dengan desainer grafis mereka.

Elemen Iklan Koran

Seperti pemasaran apapun, tidak ada jaminan bahwa iklan Anda akan berhasil. Mungkin perlu revisi iklan tersebut beberapa kali hingga tujuan Anda tercapai. 


Berikut ini adalah hal- hal dalam iklan Anda untuk meningkatkan efektivitas iklan.
  • Judul yang menarik perhatian
  • Kalimat ringkas dan lengkap
  • Format Sederhana
  • Penawaran yang hebat
  • Memancing rasa ingin tahu
  • Mendesak pelanggan untuk bertindak
  • Kapan menayangkan iklan koran
Bisnis ritel perlu konsisten melancarkan iklan surat kabar. Ada banyak acara-acara khusus untuk tema iklan bergambar. Jangan tunggu sampai toko menghasilkan penjualan. Justru di saat sepilah Anda perlu menempatkan iklan di koran. Buatlah iklan untuk acara- acara berikut:
  • Grand Opening
  • Relokasi
  • Produk Baru
  • Merekrut Staf Baru
  • Ultah Toko
  • Program khusus (diskon, hari raya, dsb)
Semakin sering iklan ditayangkan, semakin terlihat. Semakin banyak iklan dilihat, semakin diingat. Anda harus menayangkan iklan sesering mungkin. Usahakan beriklan setidaknya setiap 6 minggu. Dapatkan diskon yang ditawarkan oleh surat kabar untuk iklan jangka panjang.

Negosiasikan Tarif Iklan Anda

Koran- koran yang lebih kecil, seperti surat kabar lokal, biasanya lebih terbuka untuk negosiasi. 

Anda mungkin menerima diskon tambahan untuk iklan tayang ulang. Kontrak iklan koran 52 minggu dapat menghemat banyak uang. Jika Anda sering beriklan, tidak ada salahnya untuk minta PR gratis. Mintalah bisnis Anda untuk diliput.

Mengukur Efektivitas Iklan

Pastikan Anda tahu apa yang ingin dicapai oleh iklan. Tujuan Anda mungkin untuk meningkatkan penjualan, atau menciptakan brand awareness.


Gunakan kode khusus dalam iklan untuk menentukan iklan mana yang menghasilkan respons paling baik. Tanya pelanggan bagaimana mereka menemukan bisnis Anda.

Simpan arsip semua iklan Anda. Lampirkan fotocopy iklan dari koran, bersama dengan faktur. Ini akan mendokumentasikan hasil iklan, tanggal iklan ditayangkan, efektifitas iklan dan pelajaran yan didapat. Lain kali Anda ingin menayangkan iklan koran, ambil arsip dan lihat apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.