Monday, February 1, 2010

Bagaimana Mengenali Sikap Baik?

Pastikan teman/ mitra potensial Anda memiliki sikap yang baik.

Jika Anda ingin berteman dengan orang- orang yang menyenangkan, atau dapat diandalkan di saat-saat sulit, Anda harus mampu mengidentifikasi siapa- siapa yang memiliki sikap positif dan yang tidak. Orang dengan sikap positif akan membuat Anda bersikap positif juga, karena sikap positif menular. Sikap positif membawa kebahagiaan, kesuksesan, dan dapat mengubah seluruh hidup Anda.

Ini tipsnya:

1. Pandang wajah orang tersebut, dan perhatikan bahasa tubuhnya. Bahu tegak dengan mata ke depan menunjukkan kepercayaan dan pandangan yang baik terhadap kehidupan. Senyum dan sikap ceria juga tanda-tanda sikap yang baik.


2. Jabat tangan dan memperkenalkan diri. Seseorang yang cepat menawarkan perkenalan menunjukkan keterbukaan, dan kesukaan untuk bertemu orang baru - sebuah ciri sikap baik. Perhatikan jabat tangan. Jabat tangan berlangsung sekitar tiga atau empat detik, dan jika berlangsung sedikit lebih lama dapat memberikan kesempatan untuk mengkomunikasikan pikiran positif.

3. Berhubungan dengan orang tersebut secara teratur, untuk melihat apakah sikap positif terus berlanjut. Jika orang tersebut memberikan saran atau kritik konstruktif, ini adalah tanda sikap yang baik.  Sebaliknya, jika dia berfokus hanya pada hal-hal buruk, ini adalah negatif. Ingat, setiap orang terkadang memiliki hari yang buruk, tetapi orang positif memilih untuk melihat sisi terangnya.

Kemampuan Menjual - Ketrampilan Penting untuk Sukses

Menjual bukanlah kegiatan favorit bagi pengusaha kecil. Ada citra bahwa penjual (salesman) bersifat serakah, tidak etis, jahat, bertekad mendapat uang dgn cara apapun. Namun, di sisi lain, kita tidak bisa hidup tanpa menjual, sehingga keterampilan menjual adalah kompetensi penting untuk dikuasai.

Menjual adalah keterampilan penting, dan semua orang harus belajar hal- hal mendasar tentang penjualan. Sebagai pemilik usaha kecil, pelatih penjualan, dan seorang konsumen, bagi saya menjual adalah mencari cara efektif untuk memenuhi keinginan prospek Anda.

Kesalahan penjual yang paling umum adalah terburu- buru mempresentasikan produk saat bertemu prospek. Mereka memuji produknya, dan mengatakan bahwa produknya hebat, cepat, handal, murah, dan mudah untuk digunakan. Mereka bicara, bicara, dan bicara, berharap bisa meyakinkan pembeli.

Masalahnya, mereka lupa membahas kepentingan pembeli. Karena kebutuhannya belum dbahas, tidak ada alasan bagi mereka untuk menggunakan mesin anda, atau untuk mengubah suplier. Anda perlu memberi mereka alasan untuk membeli. Caranya yang paling efektif adalah dengan mengajukan pertanyaan untuk mengungkap hal- hal yang dianggap penting oleh prospek. Berikut beberapa contohnya:

"Saya lihat saat ini Anda menggunakan mesin XYZ. Berapa lama sudah digunakan? "
"Apa yang paling Anda sukai dengan mesin ini?"
"Apa isu yang paling penting bagi bisnis Anda?"
"Apa pernah menggunakan mesin ABC?"
"Berapa banyak KLM yang Anda jual dalam satu minggu?"
"Siapa pelanggan utama Anda?"
"Dari mana saja kau paling berhasil dengan mesin Anda (s)?"

Perhatikan bahwa pertanyaan tersebut adalah pertanyaan terbuka yang diawali dengan "apa", "dimana", "mengapa", "ketika" atau "bagaimana." Pertanyaan terbuka mendorong prospek untuk berbagi informasi umum. Ingat, menambah pertanyaan terbuka dengan pertanyaan tertutup, misalnya;

"Apa isu yang paling penting bagi bisnis Anda? Ketepatan waktu pelayanan? Penghasilan? "

Ini kesalahan yang sangat umum. Anda memberi prospek pilihan jawaban. Jangan menyulitkan diri sendiri. Jangan menebak- nebak apa jawaban prospek. Ajukan pertanyaan, dan tunggu jawabannya dengan sabar. Tidak peduli berapa banyak pengalaman Anda, jangan pernah berasumsi. Biarkan mereka memberitahu Anda.

Pada dasarnya orang akan memberitahu apa yang ingin Anda ketahui. Andalah yang harus mengajukan pertanyaan yang tepat. Kebanyakan orang suka bicara tentang diri mereka sendiri, dan suka berbagi informasi tentang situasi, tantangan atau masalah mereka saat ini. Namun, agar bercerta, mereka perlu didorong. Dorongan ini berasal dari Anda, dalam bentuk pertanyaan yang tepat, dengan nada dan cara yang tepat.

Sangat mengherankan bahwa masih banyak penjual yang tidak mempraktekkan cara sederhana ini. Belum lama ini saya mewawancarai beberapa orang untuk program pelatihan yang saya kerjakan. Dua orang pertama yang saya temui mengoceh panjang lebar tentang seberapa hebat perusahaan mereka, berapa lama mereka berdiri, bagaimana mereka bisa membantu saya, dan seterusnya.

Tidak sekalipun mereka bertanya tentang apa yang saya inginkan. Tidak sekalipun mereka mencari tahu masalah yang mengambang dalam pikiran saya. Akhirnya, setelah tiga puluh menit, saya tutup wawancara. Mereka baru saja membuang setengah jam waktu saya dan waktu mereka. Padahal, waktu adalah uang.

Jika Anda ingin unggul dari pesaing Anda, luangkan waktu untuk mempelajari situasi prospek Anda. Dengan demikian, Anda dapat memberi mereka alasan untuk melakukan bisnis dengan Anda, bukan dengan orang lain.

Friday, January 1, 2010

Tips Persiapan Wawancara Kerja

Berikut adalah tips persiapan wawancara:

  • Identifikasi enam sampai delapan contoh dari pengalaman Anda, di mana Anda menunjukkan perilaku yang biasanya dicari pemberi kerja. Pikirkan poin utama yang ingin Anda jual.
  • Setengah contoh Anda harus benar-benar positif, seperti prestasi Anda atau pencapaian sasaran .
  • Setengah lainnya harus situasi yang negatif, tapi berakhir positif, dimana Andayang berperan.
  • Variasikan contoh Anda, dari berbagai pengalaman hidup, jangan dari satu masa saja.
  • Gunakan contoh yang lumayan baru. Jika Anda seorang mahasiswa, ambil contoh dari pengalaman SMA. Sebaiknya Anda memberikan contoh perilaku dari tahun lalu, jangan erlalu jauh.
  • Cobalah untuk menggambarkan contoh-contoh dalam bentuk cerita berpola PAR / SAR / STAR.
  • Sebelum menjejalkan cerita untuk wawancara, tengok resume/ CV Anda. Lihat prestasi yang Anda tulis di sana agar ceritanya sinkron.
  • Dalam wawancara, dengarkan dengan cermat setiap pertanyaan, dan ceritakan contoh yang memberikan gambaran yang tepat tentang bagaimana Anda menunjukkan perilaku yang diinginkan. 
  • Dengan latihan, Cerita yang itu- itu juga dapat Anda sesuaikan untuk menanggapi  pertanyaan perilaku yang berbeda. Jadi tidak perlu mencari terlalu banyak cerita.
  • Setelah Anda diterima bekerja, catat prestasi Anda, sehingga Anda siap dengan contoh-contoh yang lebih besar saat Anda menghadiri wawancara perilaku berikutnya.

Membuat Visual Display yang Menarik

Tampilan produk yang atraktif dapat digunakan untuk menarik pelanggan, mempromosikan barang, mengumumkan Sale, atau menyambut hari libur. Anda beruntung jika toko Anda memiliki etalase.

Namun banyak toko yang berlokasi di mal tidak memiliki etalase. Jangan putus asa. Ada banyak tempat di toko untuk membuat tampilan menarik. Perhatikan arus lalu lintas di toko Anda. Daerah mana yang menjadi titik fokus pelanggan?

Anda dapat menyewa ahli visual merchandising untuk tampilan tokoAnda, tetapi jika dana terbatas, tips berikut mungkin membantu.

Peralatan Visual Display

Milikilah kotak peralatan visual display untuk kemudahan. Anda akan menghemat waktu dalam mempersiapkan display. Isinya terdiri dari:
  • Gunting, Stapler, Double Tape, Paku Payung
  • Glue Gun dan lem nya
  • Tali nilon (kenur)
  • Meteran tukang jahit
  • Pisau serbaguna/ cutter
  • Palu, Paku, Obeng, Sekrup
  • Buku Notes, Pensil, Spidol
  • Signage (plang)
  • Glass Cleaner / Handuk Kertas
  • Properti/  manekin (bukan produk dagangan)
Rencanakan terlebih dahulu. Apa yang ingin dicapai? Kembangkan tema sentral. Buat sketsa di atas kertas. Kumpulkan foto- foto peralatan, barang dagangan dan alat peraga. Pastikan kebersihan bahan dan lokasi (meja, jendela, rak). Pilih hari- hari sepi untuk bekerja, atau membangun display setelah jam buka.

Elemen- Elemen Visual Display
  • Keseimbangan: Susunan asimetris lebih baik dari susunan simetris.
  • Ukuran Objek: Tampilkan objek terbesar pertama- tama.
  • Warna: Mengatur suasana hati dan perasaan.
  • Titik Fokus: Tempat dimana produk, alat peraga / signage, dan latar belakang bersatu.
  • Pencahayaan: Berikan aksen pada titik fokus, jika mungkin.
  • Sederhana: Tahu kapan harus berhenti menambahkan item display.
Setelah panggung selesai, tambahkan signage (plang) yang sesuai. Fotolah panggung dan simpan catatan penjualan produk selama keberadaan display. Simpan informasi ini untuk kemudahan referensi. Dengan mendokumentasikan keberhasilan, Anda dapat kembali membuat panggung yang sama tahun depan, atau Anda dapat memastikan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Seperti aspek lain dari bisni ritel, tampilan yang menarik membutuhkan keterampilan dan banyak coba- coba. Seiring perkembangan toko, banyak kesempatan untuk membangun visual display. Teruslah rancang cara kreatif dan inovatif untuk membuat toko Anda tetap ramai.

5 Cara Menumbuhkan Sikap Baik

1. Bersyukur. Jika Anda berfokus pada hal-hal baik dalam hidup, Anda akan lebih bahagia. Kita semuamenghadapi tantangan dan kesulian, tetapi Andalah yang memutuskan untuk berfokus pada hal-hal yang baik atau yang buruk. Anda tidak dapat memilih apa yang akan terjadi pada Anda, tetapi Anda dapat MEMILIH bagaimana cara menyikapinya. 

2. Berbuat baik pada orang lain. Ketika berbuatbaik untuk orang lain, Anda merasa lebih bahagia dan ini membantu Anda untuk fokus pada hal- hal di luar diri Anda dan masalah Anda. Perbuatan baik dapat sesederhana menelepon sesorang, senyum, berkata baik. Anda dapat mengirm makanan untuk seseorang  atau mengundang seseorang untuk makan. Selalu ada orang lain yang lebih susah dari kita. Membantu mereka akan  menjaga kita tetap bersyukur.

3. Melakukan tugas secepatnya dan tidak menunda. Tetapkan batas waktu. Jika menumpuk piring kotor sepanjang hari, itu tidak membuat Anda bahagia. Padahal, hanya perlu 10 menit untuk mencucinya. Dapur yang bersih membuat pikiran terang. Ini berlaku di kantor. Sadarilah menyelesaikan tugas tidak akan makan banyak waktu. Selesaikanlah hal-hal kecil yang menghambat.

4. Olahraga Berolahagalah setidaknya 20 menit tiga kali seminggu. Anda akan merasa bugar dan bersemangat. Periksa ke dokter jika ada keluhan. Makan makanan yang  seimbang. Pilihan makanan dapat mempengaruhi perasaan Anda.

5. Cincai/ Santai sedikit. Hilangkan kekhawatiran tentang hal- hal yang tak perlu, sehingga Anda memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan. Dengan memenuhi keinginan sendiri, Anda memiliki semangat untuk memberi. Menjalani hidup seperti robot tidaklah bermanfaat. Santailah sedikit, jangan seperti robot. Hidup Anda hanya sekali, dan Anda bertanggung jawab untuk mengisinya. Buatlah hidup seperti yang Anda inginkan!