Tuesday, September 1, 2009

Membangun Loyalitas Pelanggan

Menurut Prinsip Pareto , 80% dari penjualan berasal dari 20% pelanggan. Untuk membuat pelanggan berkunjung kembali, bantu mereka untuk tetap setia kepada Anda.

Puaskan Nasabah
Cara termudah, dan paling realistis untuk membangun loyalitas adalah untuk memuaskan pelanggan. Mudah teorinya, sulit prakteknya. Pelanggan ada bermacam- macam, dengan tujuan yang berbeda pula. Beberapa di antara mereka bahkan tidak mungkin untuk dipuaskan.

Jadi bagaimana memenangkan hati mayoritas pelanggan? Terapkanlah prinsip dasar ini, 'Perlakukan pelanggan sebagaimana Anda ingin diperlakukan saat berbelanja.'

Praktekkan prinsip ini, dan jadikan standardpelayanan di toko. Pastikan semua karyawan bekerja untuk memuaskan pelanggan.

  • Sapa pengunjung setiap saat masuk toko
  • Biarkan pengunjung tahu, Anda siap membantu jika diperlukan
  • Tawarkan saran profesional
  • Layani melampaui harapan pelanggan
  • Ucapkan terimakasih setiap saat pengunjung keluar toko
Kenali Pelanggan
Pelanggan senang diakui. Mereka mengharapkan sambutan ketika mereka masuk toko, tetapi mereka merasa spesial jika Anda tahu nama mereka. Janga harap Anda dapat mengingat nama semua pelanggan, tetapi cobalah untuk mengingatnya.

Perkenalkan diri kepada pelanggan. Ia mungkin juga memperkenalkan nama mereka sebagai balasan.
Pelanggan juga memberikan nama saat menulis cek,  kartu kredit atau mengisi formulir.

Setelah tahu nama pelanggan, gunakan pada setiap kesempatan. Membuat dialog, dan hubungan baik dengan pelanggan dapat memperkuat loyalitas.

Beri Penghargaan
Banyak cara untuk membuat program hadiah untuk pelanggan. Dari kartu diskon, hadiah gratis dengan pembelanjaan, bonus, hingga suvenir. Sebelum menghabiskan banyak uang untuk pemasaran, pertimbangkanlah untuk memberi hadiah pada pelanggan setia..

Untuk beberapa pelanggan, hadiah langsung akan dangat dihargai. Hadiah kecil dan murah dapat berkata, "terima kasih atas pembelian Anda." Habiskan beberapa ribu rupiah untuk hadiah pelanggan setia, danAnda akan dibalas dengan jutaan rupiah.

Bina Hubungan Pelanggan
Seperti teman yang baik, pelanggan setia berharap Anda peduli tentang kebutuhan dan kepentingan mereka. Berikut adalah beberapa cara untuk tetap berhubungan:
  • Kirim surat pribadi
  • Undang dalam acara khusus di toko sebagai VIP
  • Tanyakan tentang keluarga mereka, atau peristiwa dalam kehidupan mereka
Pelanggan akan menghargai jika tahu bahwa Anda memikirkan kepentingan mereka. Sebagai imbalannya, pelanggan setia akan terus menghasilkan rupiah. Berikan layanan sempurna untuk mencapai tujuan, tapi ingat, kesemuanya itu dilakukan dengan tulus hati.

Saturday, August 1, 2009

8 Kaidah Pelayanan Pelanggan

Layanan pelanggan adalah darah dari bisnis apapun. Anda dapat menawarkan promosi dan memangkas harga untuk memancing pelanggan baru sebanyak mungkin, tetapi jika Anda tidak bisa membuat mereka untuk berkunjung lagi, bisnis Anda tidak akan menguntungkan.

Layanan pelanggan yang bertujuan untuk membuat pelanggan berkunjung lagi. Dan membuat mereka cukup senang cukup untuk bercerita hal- hal positif tentang bisnis Anda kepada orang lain, yang kemudian mencoba produk atau layanan Anda, dan pada gilirannya mereka menjadi pelanggan tetap.

Inti dari layanan pelanggan adalah membentuk hubungan dengan pelanggan.

Bagaimana cara membangun hubungan tersebut? Dengan tindakan yang tepat. 'Anda akan dinilai oleh apa yang Anda LAKUKAN, BUKAN apa yang Anda KATAKAN."

1. Jawab telepon Anda.
Gunakan fasilitas call forwarding. Atau voice mail. Bayar staf jika Anda perlu. Pastikan bahwa seseorang mengangkat telepon ketika ada panggilan bisnis. 


2. Jangan membuat janji jika tidak dapat ditepati
Kepercayaan merupakan salah satu kunci untuk hubungan yang baik. Jika Anda berkata, "mebel baru Anda akan tiba pada hari Selasa", pastikan membel itu sudah disampaikan pada hari Selasa. Jika tidak, jangan mengatakannya. Aturan yang sama berlaku untuk janji pertemuan, tenggat waktu, dll. Berpikirlah sebelum Anda memberikan janji apapun.

3. Dengarkan pelanggan Anda.
Sangat menjengkelkan ketika kita mengeluh, ternyata lawan bicara tidak menyimak, sehingga perlu dijelaskan lagi. Jangan sampai itu terjadi! Biarkan pelanggan Anda bicara dan tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan membuat respon yang tepat, misalnya menyarankan bagaimana untuk memecahkan masalah.

4. Tangani keluhan.
Tidak ada yang suka mendengar keluhan. Tetapi jika Anda memberikan perhatian, Anda mungkin dapat menyenangkan orang ini yang satu ini, satu kali - dan Anda dapat menuai keuntungan jangka panjang.

5. Suka membantu - meskipun tidak ada untungnya
Suatu hari saya mampir ke suatu toko arloji karena kehilangan sepotong kecil rantai arloji. Setelah saya jelaskan, pemilik mengatakan ia mungkin memiliki onderdilnya. Lalu dia cari, lalu dia pasangkan - GRATIS! 


Kira- kira, kemana saya akan pergi saat perlu jam baru, atau mengganti baterai arloji? Dan kira- kira berapa banyak orang yang saya ceritakan kisah ini?

6. Melatih staf untuk selalu membantu, sopan, dan berpengetahuan.
Lakukan sendiri atau sewa seseorang untuk melatih mereka. Latihlah mereka mengenai layanan pelanggan secara teratur. Yang paling penting, berikan informasi yang cukup dan otoritas untuk membuat keputusan kecil, sehingga dia tidak pernah mengatakan, 'Saya tidak tahu... harus tanya bos dulu... dst'

7. Jangan malas.
Contoh, jika seseorang bertanya, 'Dimana letak peralatan kantor?' jangan hanya mengatakan, "Itu pak, di gang 3". Antarlah pelanggan ke lokasi yang dimaksud . Lebih baik lagi, tunggu dan lihatlah apakah ia memiliki pertanyaan, atau kebutuhan lebih lanjut. Ambillah kesempatan membantu sebanyak mungkin. Reputasi Anda akan langsung melejit!

8. Beri lebih.
Entah itu berupa kupon diskon, informasi tambahan tentang cara menggunakan produk, atau senyum tulus, orang selalu senang mendapatkan lebih dari yang merekaharapkan. Jangan pikir pemberian itu harus hal- hal yang besar. Hal- hal kecilpun sangat dihargai. Beri minum pengunjung yang menunggu, misalnya, hanya mengeluarkan biaya Rp 500.-, tetapi berdampak besar.

Jika Anda menerapkan delapan kaidah sederhana itu secara konsisten, bisnis Anda akan menjadi terkenal dengan layanan pelanggan yang baik. Dan akibatnya? Dari waktu ke waktu pelanggan Anda akan membawa pelanggan baru. Jauh lebih efektif dari promosi, iklan dan diskon yang pernah Anda lakukan!

Pro Kontra Bisnis Ritel

Visi yang megah bisa menjadi mendung kelabu bagi beberapa pengusaha. Apa yang memikat Anda dalam konsep awal bisnis, mungkin akan menjadi hal yang paling Anda benci.

Jika berniat membuka toko, berikut ini beberapa pro kontra bisnis ritel, dan dapat memberi wawasan apakah bisnis retail tepat untuk Anda.

Pro Bisnis Ritel
  • Angka penjualan di hari- hari libur menggembirakan
  • Bantuan dari asosiasi perdagangan
  • Kepuasan membangun bisnis dari bawah ke atas
  • Bertemu orang baru
  • Setelah di tangan persis apa yang pelanggan Anda ingin
  • Transaksi tunai
  • Anda bisa mengatur semuanya di Toko
  • Menjual barang dagangan yang Anda suka
  • Menciptakan suasana yang menyenangkan dan menerima pujian tentang toko Anda
  • Mempekerjakan dan melatih karyawan cantik

Kontra Bisnis Ritel
  • Angka penjualan Januari menyedihkan
  • Investasi besar di awalnya
  • Jam kerja panjang, dan sedikit (atau tidak ada) bayaran di awalnya
  • Menghadapi pelanggan yang sulit
  • Tidak memiliki apa yang pelanggan inginkan
  • Cek bodong
  • Melakukan semuanya (pemasaran, pembelian, pembukuan) sendiri
  • Terlalu sedikit keuntungan pada barang dagangan Anda
  • Menemukan barang rusak, paket kosong dan makanan terbuka di rak Anda
  • Harus memecat dan mendisiplinkan karyawan malas atau kasar

Wednesday, July 1, 2009

Wawancara Kerja: Kesempatan besar untuk Anda, Tapi Anda Harus Siap

Ketika menghadiri wawancara kerja, Anda harus bermental baja. Persiapan terbaik adalah dengan mengembangkan terlebih dahulu kisah pekerjaan Anda. Teknik ini sangat bagus untuk menghadapi wawancara perilaku (Behavoural Interview) atau wawancara berbasis kompetensi yang sering digunakan hari ini.


Seorang pewawancara akan menghabiskan setengah waktu wawancara untuk menyelidiki keterampilan kerja Anda, dan setengahnya lagi pada kompetensi perilaku Anda. Dia mencari petunjuk dan bukti bagaimana tindakan nyata Anda di masa lalu. Jadi, Anda harus siap dengan ceritanya.


Apakah Behavioural Interview?
Dikenal juga sebagai wawancara "berbasis kompetensi", wawancara ini jauh lebih mendalam dari wawancara kerja tradisional. Banyak pertanyaan tambahan tentang karakter dan atribut pribadi yang menentukan apakah Anda cocok dengan budaya perusahaan. Ini disebut "kompetensi perilaku."


Teknik wawancara ini digunakan untuk menentukan apakah Anda cocok untuk pekerjaan tersebut, dengan pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku masa lalu Anda. Jawaban Anda kemudian digunakan sebagai indikator kesuksesan di masa depan Anda. Jika Anda pernah melakukannya di masa lalu, Anda mungkin akan melakukannya lagi.


Apa perbedaannya dengan wawancara tradisional?
Pertanyaan perilaku sangatlah spesifik. Contoh ketika ditanya, "Ceritakan saat ketika Anda mengatasi krisis, memecahkan masalah, dan menangani kegagalan," fokusnya adalah masa lalu saat Anda melakukan perilaku yang diminta. Jawaban Anda harus menjelaskan tindakan tertentu (sesuai pertanyaan) yang Anda lakukan di masa lalu Anda.


Di sisi lain, jenis wawancara tradisional, akan bertanya, "bagaimana jika". Misalnya, "Apa yang akan Anda lakukan jika situasi seperti itu dan itu terjadi?" Perbedaannya di sini adalah, Anda tidak punya pengalaman masa lalu yang relevan, sehingga Anda menempatkan diri dalam situasi tersebut, dan menggunakan imajinasi Anda untuk jawabannya. Pewawancara mencari proses berpikir Anda dan bagaimana Anda memecahkan masalah.


Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk wawancara perilaku?
Cara terbaik adalah mengembangkan beberapa cerita berdurasi 30 - 90 detik. Tema cerita Anda mungkin di sekitar area ini:
  1. Krisis dalam hidup atau pekerjaan Anda, dan bagaimana Anda merespon dan bangkit.
  2. Saat Anda menjadi bagian dari tim, dan apa kontribusi Anda.
  3. Suatu waktu dalam karir atau pekerjaan dimana Anda harus mengatasi stres.
  4. Suatu saat dalam pekerjaan, di mana Anda memimpin atau mengarahkan dengan sukses.
  5. Kegagalan yang terjadi dalam pekerjaan Anda dan bagaimana Anda mengatasinya.
Persiapan adalah penting bagi setiap wawancara kerja. Peringatan - Anda harus memiliki cerita yang sesuai dengan Resume/ CV Anda.


Semua cerita memiliki tiga bagian. Cerita Anda harus mencakup:
  1. Awal (Latarbelakang cerita dengan menjelaskan situasi, waktu)
  2. Tenengah atau proses (bagaimana Anda mengambil tindakan yang memecahkan masalah)
  3. Resolusi (bagaimana masalah itu berhasil dipecahkan, diatasi, atau diselesaikan)
Kisah yang menarik haruslah penuh aksi. Berikan pewawancara sesuatu untuk mengingat Anda, sesuatu yang membuat Anda menonjol. Biarkan kepribadian Anda dan inti karakter Anda bersinar. Ceritakan langkah-langkah yang Anda ambil untuk memecahkan masalah. Semakin rinci, semakin baik.


Penutup
Luangkan waktu dengan baik sebelum wawancara Anda, dan rajinlan dan memoles beberapa "cerita pendek" tentang masa lalu Anda, menggunakan contoh di atas. Ambil contoh terbaik yang dapat Anda poles hingga mengkilap. Latihlah bercerita dengan sungguh- sungguh, latihlah di depan cermin, dan sesering mungkin. Ini adalah kunci keberhasilan Anda. Cerita Anda akan memberikan gambaran yang jelas tentang siapa Anda, dan mempermudah pewawancara untuk menentukan apakah Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu.

10 Tips Memulai Bisnis

1. Lakukan apa yang Anda cintai.
Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai bisnis dan membangunnya menjadi perusahaan yang sukses. Jadi sangat penting untuk Anda benar-benar menikmati apa yang Anda lakukan, apakah itu menjahit, membuat tembikar, atau memberikan nasehat keuangan. Kecintaan terhadap bisnis juga akan membuat Anda tangguh dan bertahan di saat- saat sulit.
2. Mulailah bisnis anda ketika anda masih bekerja .
Berapa lama orang bertahan hidup tanpa uang? Tidak lama. Mungkin perlu waktu lama sebelum bisnis Anda benar-benar mencetak laba. Memiliki pekerjaan saat sedang memulai sebuah bisnis berarti keamanan finansial saat Anda berproses memulai bisnis. Namun jangan lupa, bahwa saat itu Anda memiliki dua komitmen profesional, pada bisnis, dan pada pekerjaan.

3. Jangan memulai sendirian.
Anda membutuhkan pendukung saat Anda memulai bisnis. Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberi ide, tempat berdiskusi, menemani dan menoong di saat sulit. Carilah mentor, misalnya pebisnis senior, atau pemasok senior. Ketika Anda memulai suatu bisnis, dengarlah nasihat orang berpengalaman.

4. Dapatkan klien atau pelanggan pertama.
Jangan tunggu sampai Anda telah secara resmi membuka bisnis Anda. Apakah jaringan tersebut. Hubungilah prospek, juallah produk atau jasa Anda. Pemasaran harus dilakukan sesegera mungkin.

5. Tulis rencana bisnis .
Rencana bisnis akan menyelamatkan waktu dan uang Anda dari ide bisnis yang konyol. Anda tidak harus menulis rencana bisnis skala penuh untuk setiap ide bisnis yg datang. Beberapa metode dapat memberi pengujian potensi bisnis Anda dengan cepat.
6. Lakukan penelitian.
Terkait dengan rencana bisnis, Anda akan melakukan banyak penelitian. Ketika Anda berbisnis, Anda harus menjadi ahli pada produk, industri dan jasa Anda. Bergabunglah dengan industri atau asosiasi terkait, sebelum Anda memulai bisnis.

7. Dapatkan bantuan profesional.
Di sisi lain, Anda tidak harus menjadi ahli dalam semua hal. Jika bukan seorang akuntan atau ahli pembukuan, Anda dapat menyewa jasa mereka. Jika perlu menulis kontrak, gunakan jasa pengacara. Anda akan membuang waktu dan uang jika mencoba melakukan semua hal sendiri, karena Anda tidak memiliki kealian untuk itu.

8. Cukupkan modal.
Miliki tabungan yang cukup. Dekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Jangan berharap untuk masuk ke bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman biasanya tidak suka ide baru dan tidak suka bisnis tanpa track record.

9. Tampil profesional.
Biarkan orang tahu bahwa Anda seorang profesional, yang menjalankan bisnis serius. Gunakan semua perlengkapan profesional seperti kartu nama, telepon bisnis, alamat email bisnis, dan hargai orang dengan sopan, secara profesional.

10. Luruskan masalah legalitas dan pajak.
Akan jauh lebih sulit dan mahal untuk memperbaiki keadaan yang berantakan di kemudian hari. Apakah bisnis Anda harus terdaftar? Apakah Anda perlu ijin khusus? Apakah harus memiliki Jamsostek? atau berurusan dengan pajak penghasilan? Bagaimanapengaruhnya terhadap pajak pendapatan Anda? Pelajari apa tanggungjawab hukum dan pajak, sebelum memulai bisnis Anda.